Inilah Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Botol Susu Bayi

5 Kebiasaan Ini Malah Hilangkan Nutrisi dalam Susu Formula

Tak sedikit dari parang orangtua yang beranggapan, bahwa semua jenis botol susu bayi itu sama saja. Padahal, setiap tipe botol susu untuk bayi itu memiliki perbedaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayinya lho. Bukan hanya itu saja, kita juga harus lebih berhati-hati lagi ketika hendak membeli botol susu bayi dipasaran. Mengapa harus demikian? Pasalnya, tak sedikit produk-produk botol susu bayi yang ada di pasaran itu dapat memicu reaksi kimia berbahaya ketika air panas dituangkan kedalam botolnya. Lantas, bagaimanakah cara memilih botol susu yang aman untuk bayi baru lahir? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasan di bawah ini:

  1. Cermati Material Dot

Hal pertama yang harus kita perhatikan saat membeli botol susu untuk bayi, yakni mencermati material dot-nya. Menurut informasi yang di dapat, botol susu bayi yang tersedia di pasaran itu materialnya terbuat dari bahan latex dan silicon. Lantas, seperti apakah perbedaannya? Dot yang materialnya terbuat dari bahan latex itu cenderung lebih lembut dan fleksibel, namun tidak mampu bertahan lama. Bahkan, tidak semua bayi cocok pada dot latex tersebut karena bisa menimbulkan alergi. Berbeda dengan dot berbahan silicon, yang diyakini lebih awet dan tahan lama lho. 

  1. Pilih Dot Berdasarkan Bentuk

Selain harus mencermati materialnya, kita juga jangan sampai lupa untuk mencermati bentuk dot tersebut. Pasalnya, ada beberapa bentuk dot yang tersedia dipasaran mulai dari bentuk kubah, lonceng, hingga dot ortodontik yang memang dirancang untuk menyesuaikan dengan rongga-rongga serta gusi bayi. Bukan hanya itu saja, dot ortodontik juga mempunyai ujung bola yang lebih datar sehingga bisa dijadikan sebagai tumpuan lidah bayi. Hasilnya, si kecil pun dapat menyusui dengan nyaman karena bentuknya menyerupai puting payudara. 

  1. Pilih Ukuran Dot Yang sesuai Dengan Kebutuhan

Bagi bayi yang baru lahir, bisanya membutuhkan dot yang berukuran kecil dengan aliran yang lambat. Berbeda dengan bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, yang membutuhkan dot berukuran besar dengan aliran yang cepat. Dalam hal ini, bisanya pada kemasan tersebut terdapat keterangan mengenai ukuran dot beserta usia bayi yang disarankan. Apabila ukuran dot dengan usia bayi tidak sesuai, maka hal itu bukanlah masalah yang serius kok. Soalnya, ada sebagian bayi yang justru lebih cepat untuk mengisap dot tersebut ketimbang yang lain pada usia yang sama. Pada intinya, bayi dapat menyusui dengan rasa aman dan nyaman. 

Kapan Kita Harus Mengganti Dot Bayi?

Ini dia salah satu faktor penting yang jarang diketahui oleh para ibu dalam mengganti dot. Menurut informasi yang di dapat, apabila lobang dotnya sudah terlalu lebar, maka dot tersebut harus diganti dengan yang baru lho. Selain itu, bunda juga harus memperhatikan apakah susunya terus menetes keluar ketika bayi menyusu. Bahkan, bunda pun dapat memeriksa apakah dot bayinya sudah mulai berubah warna, menipis, atau sudah mulai kusam. Nah, jika terdapat tanda-tanda seperti tadi, maka bunda harus segera menggantinya dengan dot yang baru. 

Demikianlah ulasan singkat mengenai beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membeli botol susu bayi, sehingga bisa bunda jadikan sebagai bahan pertimbangan. Dan yang paling penting, si kecil harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup guna mendukung tumbuh kembangnya. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *